Inovasi adalah kreasi begitulah wikipedia mendefinisikan dengan
sinonimnya. Dijelaskan lebih lanjut, bahwa inovasi membuat produk,
proses, cara, pelayanan, teknologi, atau gagasan lebih unggul dan baru
sehingga seluruh bagian keunggulan dan kebaruannya diakui pasar,
pemerintah, maupun masyarakat. Inovasi sering dimaknai sama dengan
kreasi.
Inovasi berbeda dengan penemuan baru. Makna Inovasi lebih menekankan
pada penerapan ide baru sehingga produk inovatif berupa produk baru,
proses baru, layanan baru, teknologi baru, sedangkan penemuan baru
merujuk secara langsung pada pengolahan pikiran kreatif sehingga
menemukan ide baru atau metode baru.
Penerapan mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan inovatir
pada proses pembelajaran sering tidak sempat kita bedakan dengan cermat.
Selain karena makna keduanya sering ambigu, juga membedakan keduanya
pun bukan yang teramat penting. Yang jauh lebih penting adalah guru
meletakkan kedua istilah itu dalam konteks kecakapan berpikir kreatif
dan inovatif yang dihubungkan dengan pengembangan penguaan informasi
baru, menemukan hal baru, dan menghasilka karya yang baru bagi siswa.
Yang perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah siswa mampu
belajar menguasai konsep, teori, gagasan baru sebagai dasar melakukan
kegiatan dalam menghasilkan produk, proses, cara, teknologi, atau
gagasan baru sehingga memperoleh pengalaman yang baru. Jika hendak
dibedakan secara detil maka pengalaman berpikir kreatif lebih mewakili
konsep pembeharuan ide sedangkan berpikir inovatif lebih mewakili
kecakapan menerapkan ide dalam menghasilkan produk belajar yang baru.
SMA Khadijah, sekolah swasta terkemuka di Surabaya, merancang sistem
pembayaran keuangan yang dapat diakses secara otomatis dari ATM bank
BRI. Kartu ATM siswa berfungsi otomatis sebagai kartu pelajar.
Kelihatannya hal ini cukup sederhana karena dalam pikiran yang
sederhana, kita dapat mengirim uang dari rekening yang satu kepada
rekening rekening yang lain seperti pembayaran listrik, telepon, atau
air.
Namun ketika para siswa memerlukan pelayanan lebih seperti berapa
bulan mereka sudah bayar dalam satu tahun berjalan, kapan mereka bayar,
adakah tunggakan, maka hal itu mengandung resiko ada bagian dari sistem
pembukuan sekolah yang dibuka ke pihak bank dan ada pembatasan pula
informasi yang dapat dibuka. Ternyata program ini memerlukan proses,
teknologi, dan pemikiran baru yang belum pernah dijalakan sebelumnya
sehingga layak dinyatakan sebagai produk inovatif.
Model pembelajaran inovatif memiliki karakteristik yang khas, di
antaranya guru memiliki keinginan untuk melakukan perubahan, pemahaman
dan keterampilan untuk mencapai tujuan, memahami benar apa faktor-faktor
penunjang, menggunakan strategi atau metode melaksanakan perubahan, dan
mengevaluasi ketercapain tujuan yang ditetapkan dalam perencanaan.
Pada beberapan sekolah yang menerapkan konsep adiwiyata, seperti di
SD Bantarjati 9 Kota Bogor, pembelajaran matematika diintegrasikan
dengan lingkungan. Misalnya, sebelum belajar matematika, siswa diminta
untuk membawa dus pasta gigi dan pembungkus sabun yang berbentuk balok.
Guru memperkenalkan konsep ukuran panjang, luas, dan tinggi menggunakan
kotak pasta gigi dan dus sabun mandi, mengukurnya, sehingga siswa dapat
meningkatkan keterampilan matematis dari sampah.
Seusai belajar siswa menghimpun sampah yang telah digunakan sebagai
media belajar dalam tempat sampah yang telah mereka persiapkan. Setelah
sampah terkumpul siswa dapat menjual barang bekas yang bernilai ekonomi
yang mereka himpun secara kolaboratif. Timbangan sampah dan nilai
ekonomi yang muncul dari proses pembelajaran matematika dapat
dikembangkan sebagai bahan pemikiran inovatif siswa.
Ibu Yayah, kepala sekolahnya, menggagas pelajaran yang terintegrasi
pada tanaman, halaman sekolah, masyarakat sekitar, dan seluruh
lingkungan menjadi alat peraga dan labolatorium siswa belajar. Alam
takambang menjadi guru. Siswa dibuat senang karenannya karena diyakini
warga sekolah bahwa pikiran siswa tidak dapat bekerja optimal jika
hatinya tertutup terhadap lingkungannya.
Di SD Sukadamai 3 Kota Bogor, proses belajar yang inovatif
dikembangkan dengan kultur yang berbeda. Target-target terbaik dibangun
melalui model transaksi. Misalnya, kepala sekolah menyatakan kepastian
kepada orang tua siswa bahwa setamat dari sekolah ini siswa kompeten
dalam berbahasa Inggris dan menjadi operator komputer yang handal. Guru
bertransaksi kepada kepala sekolah target yang diunggulkannya.
Selanjutnya siswa antusias pula membuat target kepada gurunya.
Pembelajaran dikejar target, namun porses belajar dilakukan dengan
sukacita. Membangun pebiasaan menjadi penopang utama dan istikomah untuk
mewujudkan target menjadi terbaik menjadi energi belajar mereka.
Minggu, 15 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pengelolaan Buku Induk, Leger, Rapot, dan Penilaian Autentik Submitted by admin on November 21, 2013 – 1:04 pm 3 Comments | 8,029 Dar...
-
Metode Pembelajaran Berbasis Masalah Submitted by admin on January 24, 2015 – 3:15 am No Comment | 35 Penggunaan metode pembelajara...
-
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Submitted by admin on January 9, 2014 – 6:33 pm 10 Comments | 6,681 Pada pelaksanaan kuri...
-
Program Matrikulasi Kurikulum 2013 Submitted by admin on June 6, 2014 – 8:46 pm 2 Comments | 5,992 SMP, SMA, dan SMK yang akan memul...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar