Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis
Submitted by admin on January 24, 2015 – 5:44 amNo Comment | 57
Apakah keterampilan berpikir kritis?
Keterampilan berpikir
kritis adalah kemampuan berpikir jernih dan rasional. Keterampilan
ini meliputi kemampuan merefleksikan pikiran dengan berpikir secara
bebas. Keterampilan
berpikir kritis bukan akumulasi informasi. Seseorang yang memiliki daya
ingat yang kuat, menguasai banyak fakta, memiliki pengetahuan atau
konsep yang banyak belum tentu terampil berpikir kritis.
Keterampilan berpikir
kritis memerlukan dukungan pengetahuan serta terampil menggunakan
pengetahuan untuk memecahkan masalah yang meliputi kemampuan untuk
mengeksplorasi informasi untuk memenuhi kebutuhan kegiatan berpikir.
Keterampilan berpikir kritis sekaligus membekali siswa untuk memilih
masalah apa yang harus diselesaikan dan masalah mana yang tidak perlu
diselesaikan. Dari pernyataan ini tersirat makna bahwa semakin kritis
seseorang maka semakin kuat menentukan masalah yang harus
diselesaikannya dan semakin tepat menjawab atau menyelesaikan
masalahnya.
Keterampilan berpikir kritis
bukan keterampilan berargumen atau mengkritik orang lain. Keterampilan
berpikir kritis sangat diperlukan dalam menyepakati alasan secara
kolektif dalam kelompok dalam rangka menyelesaikan pekerjaan bersama.
Dengan terampil berpikir kritis siswa dapat melakuan berbagai aktivitas seperti berikut:
- Mereflesikan pertimbangan atau alasan seseorang, nilai yang diyakini, dan keyakinan yang dimilikii hubungan antara logika dengan gagasan atau ide.
- Mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengevaluasi argumen.
- Mendeteksi hubungan yang tidak konsisten atau kesalah dalam berargumen.
- Memecahkan masalah secara sistematis (mengubungn input , proses dan output dengan logika yang tepat)
- Mengidentifikasi relevansi dan pentingnya ide.
Dalam aktivitas berpikir dengan berbagai tingkat kesulitannya dari
mulai mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi,
sampai pada berkreasi memerlukan keterampilan berpikir kritis.
Bagaimana mengajarkannya?
Tahap 1
Guru dapat memulai meningkatkan keterampilan berpikir
kritis dimulai dengan melatih siswa menggunakan pertanyaan ‘apa’, di
mana, mengapa atau pertanyaan lain yang diintegrasikan ke dalam bentuk
kegiatan untuk mengingat dan mengindentifikasi informasi.
Tahap 2
Siswa mencoba mengungkap informasi dari hasil eksplorasi
pemikirannya dalam bentuk diskusi. Kegiatan ini membantu siswa
mengorganisasi atau menyeleksi secara menyeluruh antara fakta dan ide.
Tahap 3
Selanjutnya, siswa menggunakan fakta, data, informasi,
menafsirkan data sebagai bahan perumusan argumentasi sehingga
memperolah ide baru yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.
Tahap 4
Mengkombinasikan seluruh ide untuk mengembangkan pendapat
berdasarkan berbagai argumentasi yang dilandasi dengan fakta, data, atau
informasi yang digunakan secara logis seperti dalam kegiatan diskusi.
Semoga uraian singkat ini berfaedah.
Referensi:
- http://philosophy.hku.hk/think/critical/ct.php
- http://www.edudemic.com/blooms-taxonomy-critical-thinking/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar