Minggu, 15 Februari 2015

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis

Submitted by on January 24, 2015 – 5:44 amNo Comment | 57
Dalam kehidupan keterampian berpikir kritis sangat penting. Oleh karena itu guru perlu terus mengasah pamahaman tentang apa keterampilan berpikir kritis dan bagaimana meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan pemahanan yang jelas maka guru dapat merencanakan keterampilan spesifik yang bagaimana, bagaimana mengintegrasikan ke dalam materi dan metode pembelajaran dan bagaimana pula menilainya.
Apakah keterampilan berpikir kritis?
 Keterampilan berpikir kritis adalah  kemampuan berpikir  jernih dan rasional.  Keterampilan ini meliputi  kemampuan merefleksikan pikiran dengan  berpikir secara bebas.     Keterampilan berpikir kritis bukan akumulasi informasi. Seseorang yang memiliki daya ingat yang kuat, menguasai banyak fakta, memiliki  pengetahuan atau konsep yang  banyak belum tentu   terampil berpikir kritis.
Keterampilan berpikir  kritis memerlukan dukungan pengetahuan serta terampil menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah yang meliputi kemampuan untuk mengeksplorasi informasi untuk memenuhi kebutuhan  kegiatan berpikir. Keterampilan berpikir kritis sekaligus membekali siswa untuk  memilih masalah apa yang harus diselesaikan dan masalah mana yang tidak perlu diselesaikan. Dari pernyataan ini tersirat makna bahwa semakin kritis seseorang maka semakin kuat menentukan masalah yang harus diselesaikannya dan semakin tepat menjawab atau menyelesaikan masalahnya.
Keterampilan berpikir kritis bukan keterampilan berargumen atau mengkritik orang lain. Keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan dalam menyepakati alasan secara kolektif dalam kelompok dalam rangka menyelesaikan pekerjaan bersama.
Dengan terampil berpikir kritis siswa dapat  melakuan berbagai aktivitas seperti berikut:
  • Mereflesikan pertimbangan atau alasan seseorang,  nilai yang diyakini, dan keyakinan yang dimilikii hubungan antara logika dengan  gagasan atau ide.
  • Mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengevaluasi argumen.
  • Mendeteksi  hubungan yang tidak konsisten atau kesalah dalam berargumen.
  • Memecahkan masalah secara sistematis (mengubungn input , proses dan output dengan logika yang tepat)  
  • Mengidentifikasi  relevansi dan pentingnya ide.
Dalam aktivitas berpikir dengan berbagai tingkat kesulitannya dari mulai mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, sampai pada berkreasi memerlukan keterampilan berpikir kritis.
Bagaimana mengajarkannya?
Tahap 1
Guru dapat memulai meningkatkan keterampilan berpikir kritis dimulai dengan melatih siswa menggunakan pertanyaan ‘apa’, di mana, mengapa atau pertanyaan lain  yang diintegrasikan ke dalam bentuk  kegiatan untuk mengingat dan mengindentifikasi informasi.
Tahap 2
Siswa mencoba mengungkap informasi dari hasil eksplorasi pemikirannya dalam bentuk diskusi. Kegiatan ini membantu siswa mengorganisasi atau menyeleksi secara menyeluruh antara fakta dan ide.
Tahap 3
Selanjutnya, siswa menggunakan fakta, data, informasi, menafsirkan data sebagai bahan perumusan argumentasi  sehingga memperolah ide baru yang dapat digunakan untuk  menyelesaikan masalah.
Tahap 4
Mengkombinasikan seluruh ide untuk mengembangkan pendapat berdasarkan berbagai argumentasi yang dilandasi dengan fakta, data, atau informasi yang digunakan secara logis seperti dalam kegiatan diskusi.
Semoga uraian singkat ini berfaedah.
Referensi:
  • http://philosophy.hku.hk/think/critical/ct.php
  • http://www.edudemic.com/blooms-taxonomy-critical-thinking/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengelolaan Buku Induk, Leger, Rapot, dan Penilaian Autentik Submitted by admin on November 21, 2013 – 1:04 pm 3 Comments | 8,029 Dar...